Mengatasi Masalah Raport & Ijazah yang Hilang, Rusak atau Salah Tulis Nama


Raport

A. Raport Hilang
Saat ini raport terkadang dipandang sebelah mata atau tidak terlalu penting. Padahal raport merupakan bukti fisik hasil belajar. Dari raport akan diketahui kemajuan atau kemunduran dalam prestasi belajar. Kasus rapot hilang atau rusak dalam buku ini lebih ke raport manual (ditulis tangan) karena ada juga raport dari SAS (Sistem Administrasi Sekolah) yang di cetak melalui internet seperti di beberapa SMA di DKI Jakarta. Jika rapot Anda hilang maka langkah berikut ini akan segera ambil :
1. Anda segera melaporkan hal itu ke kepolisian untuk meminta surat kehilangan dari kepolisian setempat.
2. Lalu Anda melaporkan dari sekolah asal Anda serta minta surat keterangan dari sekolah yang menujukkan bahwa Anda benar-benar berasal dari sekolah tersebut dan foto copy 8355 / daftar anak-anak (Khusus untuk wilayah DKI Jakarta).
3. Surat tersebut kemudian Anda bawakan ke Dikmenti (Dinas Pendidikan menegah dan tinggi) bisa oleh Anda atau minta bantuan pihak sekolah. Dan Dikmenti akan memberi no seri Raport tersebut ke sekolah Anda.

B. Raport rusak
Raport rusak bisa dikarenakan kena air atau sebagiannya terbakar atau karena alasan lainnya. Apabila Anda mengalami hal itu, beberapa petunjuk berikut ini kiranya dapat membantu Anda :
1. Bawakan raport yang rusak tersebut kepada Kepala Sekolah asal Anda.
2. Kemudian meminta surat keterangan dari Kepala Sekolah asal Anda serta foto copy 8355 / daftar anak-anak (khusus untuk wilayah DKI Jakarta)
3. Surat tersebut dan raport yang rusak kemudian diantarkan ke Dikmenti (Dinas Pendidikan menengah dan tinggi) setempat. Dan Dikmenti akan memberi no seri Raport tersebut ke sekolah Anda.

Ijazah

A. Ijazah Hilang
Jika Anda mengalami musibah misalnya ijazah terbakar, hilang dibawa banjir atau tidak tahu lagi keberadaan ijazah tersebut, maka ada beberapa petunjuk serta prosedur yang harus Anda lakukan:
1. Segera melaporkan hal itu ke kepolisian (Poltabes atau Polsek terdekat) untuk mendapatkan surat keterangan bahwa ijazah Anda hilang.
2. Setelah Anda mendapatkan surat kehilangan dari kepolisian. Langkah berikutnya Anda meminta surat keterangan dari sekolah yang menunjukkan bahwa Anda benar-benar berasal dari sekolah dimana Anda mendapatkan ijazah tersebut.
3. Kedua surat tersebut kemudian diantarkan ke Dikmenti (Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi) bisa oleh Anda atau bisa juga minta bantuan sekolah asal Anda. Dan Dikmenti akan memberi ijazah baru untuk Anda.

B. ijazah Rusak
Kasus yang tidak jauh berbeda jika ijazah Anda rusak karena terendam air, tercabik atau karena lasan lain yang tidak memungkinkan ijazah itu bisa dipakai lagi. Beberapa petunjuk yang harus Anda lakukan:
1. Segera melaporkan hal itu ke kepolisian (Poltabes atau Polsek terdekat) untuk mendapatkan surat keterangan bahwa ijazah Anda rusak. Jangan lupa sertakan dengan ijazah Anda yang rusak tersebut.
2. Setelah itu Surat keterangan dari kepolisian, surat keterangan dari sekolah, dan ijazah yang rusak tersebut diantarkan ke Dikmenti (Dinas Pendidikan menengah dan tinggi setempat) bisa oleh Anda atau minta bantuan pihak sekolah asal Anda. Dan Dikmenti akan memberikan ijazah yang baru.

C. Ijazah Salah tulis nama
Salah tulis nama pada ijazah kelihatannya sepele tapi sangat merugikan bagi siapa saja. Hal ini bisa terjadi akibat ketidak telitian waktu menulis atau data nama yang diberikan salah. Jika hal seperti ini menimpa diri Anda maka ada beberapa hal yang Anda lakukan:
1. Anda secepatnya melaporkan hal itu kesekolah asal Anda.
2. Kepala sekolah membuat surat keterangan (nama yang sebenarnya)
3. Kepala sekolah atau TU membawa ijazah yang rusak ke Dikmenti beserta stempel sekolah.
4. Kemudian Dikemnti akan mengeluarkan ijasah terbaru setelah ada perbaikan nama.

Menjemur Raport Siswa

Guru Madrasah Ibtidayah Negeri Beureunuen sedang menjemur rapor siswa yang basah karena direndam banjir, Senin (30/11). Puluhan sekolah di 13 kecamatan direndam banjir. Akibatnya aktivitas belajar mengajar terpaksa diliburkan.
Kompas/Zulkarnaini (AIN)
30-11-2015

Sumber : https://books.google.co.id/books?isbn=9791726043 (hal. 217-219)